Kades Kabba, Masih Butuh Alokasi Anggaran “Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Tambak, Galung Boko

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTASULSEL.COM. PANGKEP ; Kampung Galung Boko, salah satu wilayah Desa Kabba Kecamatan Minasate’ne, terletak di bagian timur wilayah kota Desa Kabba Kecamatan Minasate, ne. yang memiliki areal tambak sekitar 300 hektar, yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat setempat, namun sanyangnya, masih kurang di jangkau dengan sarana infrastruktur. padahal sumber potensinya luar biasa, utamanya soal udang dan ikan bandeng.

“Adapun yang kami sudah bangun infrastryukturnya, baru sekitar 150 meter, dan masih membutuhkan biaya, untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di lokasi tambak ini” ujarnya.

Nasrullah, kepala Desa Kabba Kecamatan Minasate’ne yang di temui di lokasi tambak Minggu (7/1) mengatakan bahwa di lokasi empang Kalung Boko, yang belum terjangkau infrastruktur itu masih terdapat sekitar  200 hektar lahan tambak,

“Lokasi tambak Inilah sumber utama penghidupan masyarakat Kampung Kalung Boko Desa Kabba Kecamatan Minasate’ne,  kini membutuhkan infrastruktur atau akses jalan untuk menjangkau 200 hektar lokasi tambak” ujarnya.

“Kami sudah membangun infrastruktur di areal tambak, sekitar 100 meter, namun yang mau di buka akses jalan, sekitar 2 km. dan hal itu masih membutuhkan tambahan anggaran  untuk menyelesaikan hal tersebut” ungkapnya.

Menurut dia, untuk pembebasan lahan, itu sudah di selesaikan tiga tahun yang silam, pada pemilik lahan sudah membubuhkan tandangannya sebagai persetujuan untuk membuka akses jalan di areal tambak tersebut.

Jalan yang akan di lanjutkan pembangunannya itu, dapat membuka akses  menuju kampung Paracung Kelurahan Bontokio Kecamatan Minasate’ne, yang selama ini tidak ada akses jalan menembus ke lokasi tersebut.

“Kalau jalan ini selesai pak, banyak potensi usaha yang bisa terbuka, termasuk dengan keberadaan sumber mata air yang ada di kaki gunung Lampirang, dengan air yang jerni dan menjanjikan harapan untuk sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Nasrullah juga menjelaskan bahwa di balik gunung Lampirang, terdapat sebuah lahan perkebunan yang bisa terbuka, dengan luas 3 hektar, lokasi itu di namakan tempat Passalang (Tempat persembunyian, para pejuang kita dulu) ujarnya. (Herman Djide) 

Index Berita